Blog Fajar Pratama
Selasa, 01 Januari 2013
Jumat, 19 Oktober 2012
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR....................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI .................................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A. Latar
Belakang........................................................................................................ 1
B. Identifikasi
Masalah................................................................................................ 1
C. Batasan
Masalah...................................................................................................... 2
D. Rumusan
Masalah................................................................................................... 2
E. Tujuan
Penulisan..................................................................................................... 2
F. Manfaat
Penulisan.................................................................................................. 2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA........................................................................................... 3
A. Belajar
.................................................................................................................... 3
B. Motivasi
Belajar...................................................................................................... 3
1.
Motivasi............................................................................................................ 4
2.
Motivasi
belajar................................................................................................. 5
3.
Fungsi
motivasi................................................................................................. 5
4.
Perbedaan motivasi pada setiap individu.......................................................... 6
5.
Stimulus motivasi belajar.................................................................................. 6
BAB III
PERMASALAHAN............................................................................................ 8
A. Permasalahan........................................................................................................... 8
1.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kurangnya
Motivasi Belajar Siswa........... 8
a.
Anggapan Bahwa Bahasa Inggris Itu
Sulit................................................. 8
b.
Masa Pubertas............................................................................................. 9
c.
Konflik Rumah
Tangga............................................................................... 10
B. Solusi
...................................................................................................................... 11
BAB IV
PENUTUP........................................................................................................... 14
A. Kesimpulan............................................................................................................ 14
B. Saran
..................................................................................................................... 14
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................... 15
KURANGNYA MOTIVASI SISWA KELAS
VII SMP NEGERI 2 KECAMATAN GUGUAK TAHUN PELAJARAN 2011-2012 DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS
Oleh
FAJAR PRATAMA
089.10.07.745.564
ENGLISH DEPARTMENT
ART AND EDUCATION SECTION
ST-KIP ABDI PENDIDIKAN
PAYAKUMBUH
2011
HALAMAN PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini,
Dosen Pembimbing, Guru Pamong, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kecamatan
Guguak, menerangkan bahwa:
Nama :FAJAR PRATAMA
Nim : 09.10.07.745.564
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Seni
Pogram studi : Bahasa Inggris
Telah melaksanakan Praktek Lapangan
Kependidikan ( PLK) di SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak mulai tanggal 11 Juli
sampai 15 September 2011, dengan ini atas nama Kepala SMP Negeri 2 Kecamatan
Guguak menyetujui isi laporan yang berupa studi kasus ini.
Demikianlah pengesahan ini kami buat
semoga dapat dipergunakan seperlunya.
Dangung-Dangung,
15
Oktober 2011
Dosen Pembimbing Guru
Pamong
SRI MULES VALEV, S.Pd USDETIS
Menyetujui
Kepala SMP
Negeri 2 Kec. Guguak
ERIAMULAWARMAN, S.Pd
NIP. 19590725 1983
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktik lapangan
kependidikan ( PLK ) di SMP Negeri 2 Kec. Guguak dari 11 Juli sampai dengan 15 Oktober 2011. Laporan ini penulis susun untuk memenuhi salah satu
syarat menyelesaikan mata kuliah, setiap mahasiswa PLK wajib membuat
laporan studi kasus yang ditemui selama melaksanakan
PLK. Masalah yang ditemui selama kegiatan belajar mengajar adalah “Kurangnya Motivasi Siswa SMP N
2 Kec. Guguak Kelas VII dalam Belajar Bahasa Inggris”
Dalam menyelesaikan
PLK, penulis banyak mendapat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak baik
berupa data ataupun pengalaman yang sungguh bermanfaat bagi kesempurnaan laporan
studi kasus ini. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Ibunda penulis
yang telah memberikan doa dan dukungan
2.
Ibu Hj. Elva Bahar. SH sebagai ketua ST-KIP Abdi
Pendidikan Payakumbuh
3.
Bapak Eria Mulawarman, S.Pd sebagai kepala SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak
4.
Ibu Sri Mules Valev dan Bapak Aidil Syahputra,S.Pd
sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan bantuan berupa pikiran,
bimbingan, nasehat serta motivasi dalam melaksanakan PLK ini
5.
Ibu Usdetis,
sebagai guru pamong yang memberikan saran dan masukan selama penulis mengadakan
PLK dan atas dorongan dan bimbingan dari beliau penulis mampu menyelasaikan
tulisan ini
6.
Bapak/ Ibu majelis guru serta pegawai SMP Negeri 2 Kec.
Guguak
7.
Rekan-rekan
mahasiswa PL yang telah membantu penulis dalam kegiatan selama PL di SMP Negeri
2 Kecamatan Guguak
8.
Seluruh
siswa SMP N 2 Kec. Guguak yang telah memberi inspirasi bagi penulisan ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh
dari kesempurnaan, dari apa yang diharapkan baik itu dari segi isi, susunan
kalimat, tata bahasa serta bidang lainnya. Oleh
sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan loporan studi kasus ini.
Guguak, 15
Oktober 2011
Penulis
FAJAR
PRATAMA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan diri individu, terutama bagi pembangunan
bangsa dan negara. . Kemajuan suatu negara sangat tergantung kepada kualitas pendidikan
yang dimiliki oleh anggota masyarakatnya.
Tujuan pendidikan adalah untuk
menyediakan tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan
kemampuannya secara optimal. Dengan adanya pendidikan, diharapkan akan muncul
generasi-generasi cerdas yang akan memimpin negara kita ini nantinya.
Pendidikan tidak terlepas dari proses
belajar mengajar. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu.
Sedangkan mengajar adalah upaya yang dilakukan dalam merubah individu untuk
menjadi manusia yang memiliki tingkah laku yang baik.
Dalam proses belajar mengajar
dibutuhkan motivasi yang kuat pada diri anak didik. Karena belajar tanpa
motivasi tidak akan bisa berjalan dengan baik. Motivasi belajar merupakan suatu
dorongan yang dimiliki anak didik untuk belajar. Faktanya, belakangan ini
begitu banyak anak didik yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, salah
satunya dalam belajar bahasa Inggris. Kebanyakan dari mereka menganggap bahasa
Inggris itu tidak penting dan sangat sulit.
Berdasarkan masalah diatas penulis
ingin menulis studi kasus tentang “Kurangnya Motivasi Siswa SMP N 2 Kec. Guguak
Kelas VIII
Tahun Pelajaran 2012-2013 dalam Belajar Bahasa
Inggris”.
B.
Identifikasi
Masalah
Dalam belajar Bahasa
Inggris ada beberapa masalah
yang biasa di temukan:
1. Guru
tidak bisa membuat siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris
2. Kurangnya
motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
3. Sulitnya
siswa memahami kalimat dalam Bahasa Inggris karena sangat jauh berbeda dengan
bahasa yang biasa digunakan.
4. Sedikitnya
vocabulary ( kosa kata) yang dimiliki siswa.
C.
Batasan
Masalah
Karena keterbatasan waktu dan
tenaga, penulis membatasi penulisan ini pada “ Kurangnya Motivasi Siswa SMP N 2
Kec. Guguak kelas VII Tahun Pelajaran
2011-2012 dalam Belajar Bahasa Inggris “.
D. Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang menyebabkan kurangnya motivasi siswa dalam
belajar Bahasa Inggris?
2.
Bagaimana
cara meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris?
E.
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan
studi kasus ini adalah:
1. Untuk
mengetahui motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris
2. Untuk
meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris
3. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Praktik Lapangan Kependidikan (PLK)
F. Manfaat
Penulisan
Adapun manfaat penulisan studi kasus ini
adalah sebagai berikut ini:
1. Bagi
siswa
a. Siswa
menyadari betapa pentingnya motivasi dalam belajar
b. Siswa
mampu meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris.
2. Bagi
guru
a. Guru
bisa menyadari bahwa tidak semua anak memiliki motivasi yang sama dalam belajar
b. Guru
mampu membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar, khususnya belajar Bahasa
Inggris.
3. Bagi
penulis
a. Penulis
mengetahui pentingnya motivasi belajar bagi siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Belajar
Belajar merupakan suatu proses yang
membuat seseorang tahu apa yang tidak diketahui sebelumnya. Menurut Sukardi
(1983:17), belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku melalui
pendidikan atau lebih khusus melalui latihan, yang bertujuan untuk mengadakan
perubahan tingkah laku dan perbuatan.
Selanjutnya, Hamalik (2001:27)
mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu
hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya
mengingat, tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami.hasil belajar bukan suatu
penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.
Beberapa
Pandangan tentang Belajar
Menurut Sukardi
(1983:20), ada pandangan terhadap belajar ditinjau dari berbagai teori belajar
a. Ilmu
Jiwa Daya
Belajar menurut aliran
ini adalah ulangan-ulanngan yang bertujuan untuk pembentukan formil
intelektualistik. Penekanan yang berlebihan terhadap pentingnya latihan-latihan
dan ulangan-ulangan merupakan ciri khas dari ilmu jiwa daya. Jadi menurut
aliran ini belajar adalah suatu proses yang berupa latihan- latihan dan
ulangan-ulangan.
b. Belajar
sebagai Proses Asosiasi
Belajar merupakan
asosiasi antara kesan panca indra dengan impuls untuk bertindak. Belajar adalah
perbuatan yang berwujud rentetan gerakan refleks yang dapat menimbulkan
refleks-refleks buatan lainnya. Implikasi dari teori ini adalah untuk
menjadikan manusia terdidik, berilah perangsang sebanyak-banyaknya sehingga
manusia dapat mengadakan hubungan dengan perangsang-perangsang itu, untuk
kemudian mereaksinya dengan tepat.
c. Belajar
sebagai Proses Reinforcement
Reinforcement artinya
sesuatu yang diperkuat atau dipergunakan atau yang selalu diingat kembali.
Aliran ini memusatkan perhatian pada akibat belajar atau efek orang yang sedang
belajar. Menurut aliran ini, perubahan tingkah laku dapat dilakukan dengan jalan
merubah reinforcement.
d. Belajar
sebagai Proses Persepsi
Proses dimana seseorang
menjadi sadar akak segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera - indera yang dimiikinya
adalah persepsi yang telah dimiliki seseorang. Teori ini mengatakan bahwa belajar
adalah perubahan dari strukur dunianya. Belajar adalah perubahan dari struktur
kognitif ( mengenal, mengetahui ).
e. Belajar
sebagai Proses Insight
Prinsip- prinsip
belajar menurut teori ini adalah:
1).
Belajar itu berhasil apabila memiliki kematangan untuk memperoleh insight, dan
belajar itu harus ada tujuan.
2).
Dalam proses belajar, manusia sebagai organisme yang aktif akan bereaksi secara
keseluruhan pribadinya, dan selalu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3). Belajar itu makin
lama makin luas differensiasinya.
Jadi belajar sebagai
proses insight adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang mellihat
pengertian tentang sangkut paut dan hubugan tertentu dalam unsur yang mengadung
problem.
B.
Motivasi
Belajar
1.
Motivasi
Motivasi
merupakan suatu keinginan untuk melakukan sesuatu. Asmani (2009:131) mengatakan
bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang
ditandai dengan timbulnya afektif ( perasaan ) dan reaksi untuk mencapai
tujuan.
Selanjutnya,
Ahmadi (2005:109) mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi psikologis yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya motivasi pada diri
individu, maka dia mampu untuk melakukan sesuatu.
Menurut
Purwanto (2007: 35) motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang
untuk bertindak sesuatu. Motivasi juga bisa diartikan sebagai suatu pernyataan
yang kompleks di dalam suatu organisme
yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan.
Kemudian,
Hamalik (2001:158) mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri
(pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk
mencapai tujuan.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa motivasi itu adalah suatu dorongan pada diri individu
untuk melakukan sesuatu.
2.
Motivasi
belajar.
Motivasi
belajar adalah kondisi psikologis yanng mendorong seseorang untuk belajar.
Dalam
belajar, pasang surut merupakan hukum alam. Terkadang naik, dan kadang turun.
Untuk naik seseorang membutuhkan motivasi yang kuat. Disaat seseorang turun,
biasanya akan timbul rasa malas, dan akhirnya kehilangan motivasi.
Menurut
Djamarah (2008: 35), motivasi belajar sangat penting bagi seseorang untuk
menggugah semangat yang kadang turun. Selanjutnya, Asmani (2009: 131)
mengatakan bahwa dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan. Seseorang
yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan
aktifitas belajar dengan baik. Dia menganggap belajar itu bukanlah
kebutuhannya. Tanpa disadarinya belajar sangatlah penting baginya.
3.
Fungsi
motivasi
Ada
beberapa fungsi motivasi dalam belajar (Asmani, 2009: 132):
a. Pendorong
perbuatan
Pada mulanya, anak
didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari,
muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang akan dicari itu dalam rangka
untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya
mendorong anak didik untuk belajar dalm rangka mencari tahu. Jadi, motivasi
yang berfungsi sebagai pendorong ini memepengaruhi sikap apa yang seharusnya
anak didik ambil dalam belajar.
b. Penggerak
perbuatan
Dorongan psikologis
yang melahirkan sikap terhadap anak didik ini merupakan suatu kegiatan yang
tidak terbendung, yang kemudian menjelma dalam bentuk gerakan psikofisik.
Disini, anak didik sudah melakukan aktifitas belajar dengan sikap raga yang
cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar. Sikap berada dalam
kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam
wacan, prinsip, dalil dan hukum, sehingga mengerti betul apa yang dikandungnya.
c. Pengarah
perbuatan
Anak didik yang
mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan
diabaikan. Anak didik yang ingin mendapatkan sesuatu dari suatu mata pelajaran
tertentu, tidak munggkin dipaksakan untuk mempelajari mata pelajaran yang lain.
Pasti, anak didik akan mempelajari mata pelajaran, dimana tersimpan sesuatu
yang dicari itu. Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar
yang akan dicapainya. Tujuan belajar itu sebagai pengarah yang memberikan
motivasi kepada anak didik dalam belajar. Itulah peranan motivasi yang dapat
mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.
4.
Perbedaan
Motivasi Belajar pada Tiap Individu.
Menurut Asmani
(2009:134), ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan motivasi
belajar pada diri masing-masing individu:
a. Perbedaan
fisiologis ( physiological
needs ),
seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
b. Perbedaan
rasa aman ( safety
needs ),
baik secara mental, fisik,
ataupun intelektual.
c. Perbedaan
kasih sayanng atau afeksi (
Love
needs )
yang diterimanya.
d. Perbedaan
harga diri ( self
esteem needs ),
contohnya prestise memilliki mobil mewah, jabatan, dan lain-lain.
e. Perbedaan
aktualisasi diri ( self actualization ), tersedianya
kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam
dirinya, sehingga berubah menjadi kemampuan nyata
5.
Stimulus
Motivasi Belajar
Motivasi
merupakan dorongan yang ada di dalam individu, tetapi munculnya motivasi yang
kuat atau lemah dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor tertentu. Asmani (2009:135), mengatakan bahwa terdapat
dua fator yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar:
a. Motivasi
belajar berasal dari faktor internal
Motivasi ini terbentuk
karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk
mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
b. Motivasi
belajar dari faktor eksternal.
Motivasi ini dapat
berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat
mempengaruhi psikologis orang yang bersangkutan
BAB III
PERMASALAHAN
A.
Permasalahan
Selama
lebih kurang 3 bulan melaksanakan
Praktik Lapangan Kependidikan (
PLK ), penulis menemukan
beberapa masalah dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah kurangnya
motivasi siswa SMP N 2 Kec. Guguak dalam belajar Bahasa Inggris. Dalam belajar
Bahasa Inggris beberapa siswa kelihatan tidak suka belajar. Ketika teman - temannya yang lain
serius untuk belajar, mereka lebih memilih berbicara dengan temannya, atau malah keluar
kelas. Mereka sama sekali tidak mau memperhatikan pelajaran.
Akibatnya,
ketika diadakan latihan, postest atau ulangan harian, mereka rata-rata
mendapatkan nilai dibawah KKM (
70 ). Saya sebagai guru
sudah mencoba untuk memberi arahan, bimbingan, namun usaha itu hanyalah
sia-sia.
Jadi
selama melaksanakan PL ( Praktek Lapangan ), penulis menemukan masalah yaitunya “
Kurangnya Motivasi Siswa Kelas VII SMP N 2 Kec. Guguak Tahun Pelajaran
2011-2012 dalam Belajar Bahasa Inggris”.
1.
Faktor- Faktor yang Menyebabkan Kurangnya Motivasi Belajar Siswa
a.
Anggapan bahwa Bahasa Inggris Sulit
Bahasa
Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di dalam pendidikan.
Setiap institusi pendidikan memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada
siswanya. Mulai dari SD sampai ke perguruan tinggi. Bahkan belakangan ini,
pendidikan bahasa Inggris sudah dimulai dari Taman Kanak-Kanak ( TK ).
Belajar
bahasa inggris merupakan suatu keharusan bagi siswa SMP. Namun faktanya, masih
ada beberapa siswa yang sama sekali tidak mau belajar bahasa Inggris dengan
serius. Ketika saya bertanya kepada beberapa orang siswa saya yang tidak mau
serius belajar bahasa Inggris, mengapa mereka tidak mau berkonsentrasi dalam
belajar bahasa Inggris. Rata
- rata jawabannya sama,
mereka mengatakan kalau Bahasa Inggris itu sulit. Itulah yang ada dibenak
mereka, hal itu membuat mereka tidak tertarik utuk belajar, sama sekali tidak
memiliki motivasi untuk belajar Bahasa Inggris. Memang mempelajari bahasa orang
lain yang tidak pernah digunakan sebelumnya itu tidak mudah. Namun apabila
dilakukan dengan kesungguhan hati pasti akan ditemukan kemudahannya.
b.
Masa Pubertas
Pada
masa pra-pubertas, anak telah menduduki bangku SMP. Usianya antara 12 - 15 tahun. Pada masa ini
anak mulai meninggalkan dunia kanak
- kanaknya. Masa
pra-pubertas ditadai dengan adanya perubahan fisik pada mereka. Tanda awalnya
adalah haid bagi wanita, dan mimpi basah bagi laki - laki. Tanda yang
lainnya, pada wanita dada dan pinggul membesar, muka bulat berisi, dan suara
merdu. Pada anak laki - laki, tumbuh kumis, dan
janggut, suara makin besar dan berat.
Menurut
Boneh (2000:6), dalam diri remaja sering muncul konflik. Dalam dirinya ada
gejolak untuk melepaskan diri dari kebijakan, kekuasaan dan perintah orang tua,
keluarga, dan orang dewasa lainnya. Ia tidak ingin dianggap masih anak - anak. Sementara itu,
tentu saja dalm memenuhi berbagai kebutuhannya, ia belum bisa melepsaskan ketergantungannya
kepada orang tua.
Perilaku
khas remaja menurut Boneh (2000:7)
1). Suka menentang
Ada anggapan dalam diri
remaja bahwa lingkungan membatasi keinginan dan kebebasannya. Karena itu ia
merasa perlu menentang. Penentangan itu diwujudkan melalui tindakan-tindakan
yang dalam pandangan sebagian orang dewasa kurang normatif dan mengganggu
kemapanan.
Memang selama penulis
melaksanakan PL, penulis mellihat beberapa anak didik yang suka menentang.
Terkadang prilakunya sangat menjengkelkan, mereka suka mengganggu temannya yang
sedang belajar.
2). Resah dan gelisah
Banyak hal yang
diinginkan seorang remaja. Ia ingin mencari pergaulan yang lebih luas. Ingin
pergi bersama teman - teman ke berbagai
tempat yang menyenangkan. Ia juga ingin memiliki sesuatu yang dipandang lebih
hebat seperti tas yang mahal. Tentu saja tidak semua didapatkannya. Hal ini
sering kali menyebabkan mereka resah dan gelisah.
3). Lemahnya kendali
diri
Suatu ketika seorang
remaja menganggap segala sesuatunya begitu mudah. Tidak ada masalah. Ia bisa
tampak tenang dan penuh percaya diri dan sedikit cuek menghadapi masalah. Tapi
seketika pula rasa percaya dirinya bisa anjlok. Ia menjadi pesimis lantas
mencela dan mencemooh orang lain, membesar - besarkan suatu
kejadian, bahkan mencaci
- maki dan berkelahi.
4). Gelombang keakuan
Pada satu waktu si remaja
menjadi sangat egois, kurang solider, dan hanya tahu kepentingan dirinya saja.
Namun dalam waktu singkat ia menjadi suka menolong, membantu orang lain, bahkan
berjuang untuk kepentingan orang lain.
5). Bersemangat dan
patah hati
Kadang - kadang ia suka
bekerja keras, dirinya penuh semangat dan ingin melakukan banyak hal. Tapi
seketika si anak remaja berubah pemalas, tidak mau sesuatu apapun, ia mengurung
diri dan tidak mau bergaul, tidur hingga siang.
6). Tertawa - menangis
Emosi senang dan
sedihnya sepeti tak berpematang. Seorang remaja tertawa ceria dan kegirangan
karena memperoleh sesuatu yang diidamkannya. Tapi mendadak ia bisa bermuram
durja, menangis tersedu - sedu, karena suatu hal
yang mungkin sepele oleh orang lain.
c.
Konflik
dalam rumah tangga
Salah
satu contoh konflik rumah tangga adalah perceraian. Perceraian melukai perasaan
anak-anak, dan anak-anak terluka itu akan menyerang balik, kadang terhadap diri
mereka sendiri. Kehilangan, penolakan, keadaan ditinggalkan, kesepian, rasa
takut, rasa bersalah, stres, dan amarah akan menerpanya dengan hebat.
Severe
(2000:243), mengatakan banyak anak sekolah yang mengalami ganguan belajar
setelah orang tuanya bercerai. Anak-anak secara kejiwaan terikat dengan orang
tuanya. Bila terjadi perceraian, maka akan merusak kemampuan seorang anak untuk
berkonsentrasi di sekolah.
Selanjutnya,
Boneh (2000: 11) mengatakan bahwa bimbingan dalam keluarga adalah yang utama.
Orang tua yang kurang harmonis seringkali mengabaikan anak - anaknya, padahal
orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar siswa.
Ada
beberapa siswa saya yang memang orang tuanya bercerai. Faktanya memang mereka
memiliki masalah dalam belajar. Mereka sama sekali tidak mau belajar, khususnya
pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang saya ajarkan. Dari informasi yang saya
dapatkan, sebelumnya mereka merupakan anak yang rajin, mungkin inilah dampak
dari perceraian orang tuanya sehingga dia merasa tidak diperhatikan lagi.
B.
Solusi
Motivasi
sangat penting bagi setiap idividu untuk melakukan sesuatu. Begitupun bagi
seorang peserta didik atau siswa, motivasi sangatlah penting bagi mereka dalam
belajar untuk mencapai hasil belajar yang baik.
Menurut
Purwanto (2007: 14 ), ada beberapa cara untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa:
1. Membangkitkan
self competition
Kita dapat mengatur dan
menyediakan situasi - situasi baik dalam
lingkungan keluarga ataupun sekolah yang memungkinkan timbulnya persaingan atau
kompetisi yang sehat antar anak didik. Membangkitkan self competition dengan jalan
menimbulkan perasaan puas terhadap hasil-hasil dan prestasi yang telah mereka
capai, walaupun hasilnya hanya kecil atau sedikit.
2. Kemukakan
cita-cita
Membiasakan anak didik
mendiskusikan cita - cita mereka masing-masing
dapat pula memperkuat motivasi yang baik pada diri mereka.
3. Berikan
contoh yang kongkret dalam kehidupan
Tunjukan kepada mereka
dengan contoh - contoh yang kongkret
sehari - hari dalam masyarakat
bahwa dapat tercapai atau tidaknya suatu tujuan sangat tergantung pada motivasi
apayang mendorongnya untuk mencapai maksud atau tujuan tersebut.
Tips
– tips meningkatkan motivasi belajar( Asmani, 2009: 136):
1. Bergaullah
dengan orang yang senang belajar.
Bergaul dengan orang - orang yang senang
belajar dan berprestasi akan membuat kita pun gemar belajar. Kebiasaan aatau
semangat mereka akan menular kepada kita.
2. Belajar
apapun
Anda bisa belajar
tentang berbagai keterampilan seperti merakit
komputer, belajar
menulis, belajar berwirausaha, dan lainnya.
3. Belajar
dari internet
Anda bisa memanfaatkan
internet untuk bergabung dengan kumpulan orang - orang yang senang
belajar.
Selanjutnya,
Sukardi (1983:96) mengatakan bahwa ada beberapa cara agar siswa tidak
kehilangan motivasi dalam belajar bahasa:
1. Belajar
secara sistematis dan cukup menediakan waktu.
2. Banyak
latihan -
latihan mengarang dan bicara mencapai tingkat penguasaan bahasa secara aktif.
3. Banyak
membaca buku -
buku dalam bahasa yang dipelajari.
4. Latihan
mengeluarkan buah pikiran dalam bentuk mengarang, karangan atau bentuk pidato
yang sederhana dalam bahasa yang sedang dipelajari.
Menurut Hamalik (2001:166), guru dapat
menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi
belajar siswa, antara lain:
1. Memberi
angka
Murid yang mendapat
angka baik dari gurunya akan mendorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar, sebaliknya murid yang mendapat
angka kurang, mungkin menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong
agar belajar lebih baik
2. Pujian
Memberikan pujian
kepada murid-murid atas hal-hal yang telah dilakukan merupakan manfaat yang
besar sebagai pendorong belajar. Dalam mengajar bahasa Inggris bisa digunakan :
good, very good, excelent, good job, dan lain- lain.
3. Hadiah
Cara ini dapat
dilakukan oleh guru pada batas-batas tertentu, misalnya siswa yang bisa
menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan bahasa Inggris diberi coklat atau
permen. Walaupun hadiahnya kecil, tetapi sangat berarti bagi siswa dan
menimbulkan motivasi untuk belajar.
4. Kerja
kelompok
Di dalam kerja kelompok
dilakukan kerja sama dalam belajar. Biasanya mereka berlomba - lomba untuk menjadi
kelompok yang terbaik sehingga mendorong mereka untuk belajar.
5. Persaingan
Persaingan secara
kelompok ataupun individual akan memberikan motivasi tersendiri bagi mereka.
6. Tujuan
dan level of aspiration
Adanya dorongan yang
baik dari keluarga dapat menimbulkan motivasi belajar yang baik bagi siswa,
karene keluarga merupakan tempat sosialisasinya yang pertama dan memiliki
peranan penting dalam hidupnya.
7. Sarkasme
Sarkasme dapat
dilakukan dengan cara mengajak siswa yang mendapat hasil belajar yang kurang.
Disatu sisi memang hal ini dapat memberikan motivasi bagi siswa, namun di sisi
lain justru mereka merasa dihina atau direndahkan.
8. Penilaian
Penilaan secara terus
menerus akan menimbulkan motivasi bagi siswa untuk belajar. Di lapangan memang
penulis menemukan bahwa nilai sangatlah penting bagi siswa. Mereka akan sangat
bangga kalau latihan yang telah dibuatnya itu diberi nilai.
9. Karyawisata
dan ekskursi
Suasana bebas dan lepas
dari keterikatan ruangan kelas besar manfaatnya untuk menghilangkan ketegangan
yang ada sehingga kegiatan dapat dilakukan lebih menyenangkan.
10. Film
pendidikan
Kebanyakan siswa suka
menonton film. Gambaran dan cerita film lebih menarik perhatian dan minat siswa
belajar. Para siswa dapat pengalaman baru yang merupakan suatu unit cerita yang
bermakna.
Dalam belajar Bahasa
Inggris guru bisa memberikan sebuah film pendek yang sesuai dengan materi yang
diajarkan, misalnya saja video pendek tentang cerita Malin Kundang ( narative text ) dan lain sebagainya.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Motivasi
adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak sesuatu.
Motivasi sangatlah penting untuk dimiliki setiap individu, terutama dalam
belajar bagi seorang siswa. Motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang
mendorong seseorang untuk belajar. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang
berbeda - beda. Hal tersebut
terjadi karena adnya beberapa perbedaan pada diri mereka antara lain: perbedaan
fisiologis, rasa aman, kasih sayang yang diterima, harga diri dan aktualisasi
diri.
Terkadang
dalam belajar, beberapa
siswa sama sekali tidak memiliki motivasi, khususnya dalam belajar Bahasa
Inggris. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya motivasi siswa dalam
belajar bahasa Inggris yaitu: anggapan bahwa bahasa Inggris itu sulit, masa
pubertas, konflik dalam rumah tangga. Untuk menanggulanginya, sudah seharusnya
seorang guru memberikan masukan kepada siswanya sehingga mereka termotivasi
untuk belajar.
B.
Saran
Berdasarkan
penullisan diatas, penulis menyarankan agar:
1. Siswa
meningkatkan motivasinya dalam belajar.
2. Guru
menyadari perbedaan motivasi yanng ada dan lebih mendekatkan diri dengan siswa
yanng memiliki motivasi kurang dalam belajar.
3. Orang
tua harus menyadari bahwa perhatian yang diberikan kepada anaknya sangat
berpengaruh terhadap prestasi belajarnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,
Abu. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Asmani, Jamal
Makmur. 2009. Jurus- Jurus Belajar
Efektif untuk SMP dan SMA. Yogyakarta: Diva Press
Boneh, M Syafri.
2000. Peduli Siswa. Padang: Jurnal
Wawasan Bimbingan dan Konseling.
Hamalik, Pemar.
2001. Proses Belajar Mengajar.
Jakarta : Bumi Aksara
Djamarah,
Syaiful Bahri . 2008. Bimbingan dalam
Belajar. Jakarta : Gramedia Utama.
Sukardi, Dewa Ketut.1983.
Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di
Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.
Purwanto, M
Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan.
Bandung : Remaja Rosdakarya
Severe,
Sal. 2005. Bagaimana Bersikap Pada Anak
Agar Anak Bersikap Baik. Jakarta : PT Gramedia Utama.
Langganan:
Komentar (Atom)