Jumat, 19 Oktober 2012

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................................     i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................    ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................     iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................    1
A.    Latar Belakang........................................................................................................    1
B.     Identifikasi Masalah................................................................................................   1
C.     Batasan Masalah......................................................................................................   2
D.    Rumusan Masalah...................................................................................................    2
E.     Tujuan Penulisan.....................................................................................................    2
F.      Manfaat Penulisan..................................................................................................    2         
BAB II KAJIAN PUSTAKA...........................................................................................     3
A.    Belajar ....................................................................................................................    3
B.     Motivasi Belajar......................................................................................................    3
1.      Motivasi............................................................................................................    4
2.      Motivasi belajar.................................................................................................    5
3.      Fungsi motivasi.................................................................................................    5
4.      Perbedaan motivasi pada setiap individu..........................................................   6
5.      Stimulus motivasi belajar..................................................................................    6
BAB III PERMASALAHAN............................................................................................   8
A.    Permasalahan...........................................................................................................   8
1.      Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kurangnya Motivasi Belajar Siswa...........    8
a.       Anggapan Bahwa Bahasa Inggris Itu Sulit.................................................   8
b.      Masa Pubertas.............................................................................................    9
c.       Konflik Rumah Tangga...............................................................................   10
B.     Solusi ......................................................................................................................   11
BAB IV PENUTUP...........................................................................................................    14
A.    Kesimpulan............................................................................................................     14
B.     Saran .....................................................................................................................     14
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................     15
KURANGNYA MOTIVASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2  KECAMATAN GUGUAK TAHUN PELAJARAN 2011-2012  DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS








Oleh

FAJAR PRATAMA
089.10.07.745.564



ENGLISH DEPARTMENT
ART AND EDUCATION SECTION
ST-KIP ABDI PENDIDIKAN
PAYAKUMBUH
2011


HALAMAN PENGESAHAN

            Yang bertanda tangan di bawah ini, Dosen Pembimbing, Guru Pamong, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak, menerangkan bahwa:
            Nama               :FAJAR PRATAMA
            Nim                 : 09.10.07.745.564
            Jurusan            : Pendidikan Bahasa dan Seni
            Pogram studi   : Bahasa Inggris
            Telah melaksanakan Praktek Lapangan Kependidikan ( PLK) di SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak mulai tanggal 11 Juli sampai 15 September 2011, dengan ini atas nama Kepala SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak menyetujui isi laporan yang berupa studi kasus ini.
            Demikianlah pengesahan ini kami buat semoga dapat dipergunakan seperlunya.
                                                                        Dangung-Dangung, 15 Oktober 2011
                                                                                   
Dosen Pembimbing                                                     Guru Pamong


      SRI MULES VALEV, S.Pd                                             USDETIS


Menyetujui

Kepala SMP Negeri 2 Kec. Guguak



           
ERIAMULAWARMAN, S.Pd
      NIP. 19590725 1983

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktik lapangan kependidikan ( PLK ) di SMP Negeri 2 Kec. Guguak dari 11 Juli sampai dengan 15 Oktober 2011. Laporan  ini penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan mata kuliah, setiap mahasiswa PLK wajib membuat laporan  studi kasus yang ditemui selama melaksanakan PLK. Masalah yang ditemui selama kegiatan belajar mengajar adalah Kurangnya Motivasi Siswa SMP N 2 Kec. Guguak Kelas VII dalam Belajar Bahasa Inggris
 Dalam menyelesaikan PLK, penulis banyak mendapat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak baik berupa data ataupun pengalaman yang sungguh bermanfaat bagi kesempurnaan laporan studi kasus ini. Untuk itu  penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibunda penulis yang telah memberikan doa dan dukungan
2.      Ibu Hj. Elva Bahar. SH sebagai ketua ST-KIP Abdi Pendidikan Payakumbuh
3.      Bapak Eria Mulawarman, S.Pd sebagai kepala SMP  Negeri 2 Kecamatan Guguak
4.      Ibu Sri Mules Valev dan Bapak Aidil Syahputra,S.Pd sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan bantuan berupa pikiran, bimbingan, nasehat serta motivasi dalam melaksanakan PLK ini
5.      Ibu Usdetis, sebagai guru pamong yang memberikan saran dan masukan selama penulis mengadakan PLK dan atas dorongan dan bimbingan dari beliau penulis mampu menyelasaikan tulisan ini
6.      Bapak/ Ibu majelis guru serta pegawai SMP Negeri 2 Kec. Guguak
7.      Rekan-rekan mahasiswa PL yang telah membantu penulis dalam kegiatan selama PL di SMP Negeri 2 Kecamatan Guguak
8.      Seluruh siswa SMP N 2 Kec. Guguak yang telah memberi inspirasi bagi penulisan ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, dari apa yang diharapkan baik itu dari segi isi, susunan kalimat, tata bahasa serta bidang lainnya. Oleh  sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan loporan studi kasus ini.

          Guguak, 15 Oktober  2011

Penulis



   FAJAR PRATAMA
                                                                       








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan  diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. . Kemajuan suatu negara sangat tergantung kepada kualitas pendidikan yang dimiliki oleh anggota masyarakatnya.
Tujuan pendidikan adalah untuk menyediakan tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. Dengan adanya pendidikan, diharapkan akan muncul generasi-generasi cerdas yang akan memimpin negara kita ini nantinya.
Pendidikan tidak terlepas dari proses belajar mengajar. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu. Sedangkan mengajar adalah upaya yang dilakukan dalam merubah individu untuk menjadi manusia yang memiliki tingkah laku yang baik.
Dalam proses belajar mengajar dibutuhkan motivasi yang kuat pada diri anak didik. Karena belajar tanpa motivasi tidak akan bisa berjalan dengan baik. Motivasi belajar merupakan suatu dorongan yang dimiliki anak didik untuk belajar. Faktanya, belakangan ini begitu banyak anak didik yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, salah satunya dalam belajar bahasa Inggris. Kebanyakan dari mereka menganggap bahasa Inggris itu tidak penting dan sangat sulit.
Berdasarkan masalah diatas penulis ingin menulis studi kasus tentang “Kurangnya Motivasi Siswa SMP N 2 Kec. Guguak Kelas VIII Tahun Pelajaran 2012-2013 dalam Belajar Bahasa Inggris”.
B.     Identifikasi Masalah
Dalam belajar Bahasa Inggris ada beberapa masalah yang biasa di temukan:
1.      Guru tidak bisa membuat siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris
2.      Kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
3.      Sulitnya siswa memahami kalimat dalam Bahasa Inggris karena sangat jauh berbeda dengan bahasa yang biasa digunakan.
4.      Sedikitnya vocabulary ( kosa kata) yang dimiliki siswa.


C.    Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan tenaga, penulis membatasi penulisan ini pada “ Kurangnya Motivasi Siswa SMP N 2 Kec. Guguak kelas  VII Tahun Pelajaran 2011-2012 dalam Belajar Bahasa Inggris “.
D.    Rumusan Masalah
1.    Apa yang menyebabkan kurangnya motivasi  siswa dalam belajar Bahasa Inggris?
2.    Bagaimana cara meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris?
E.     Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan studi kasus ini adalah:
1.      Untuk mengetahui motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris
2.      Untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris
3.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Lapangan Kependidikan (PLK)

F.     Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan studi kasus ini adalah sebagai berikut ini:
1.      Bagi siswa
a.       Siswa menyadari betapa pentingnya motivasi dalam belajar
b.      Siswa mampu meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris.
2.      Bagi guru
a.       Guru bisa menyadari bahwa tidak semua anak memiliki motivasi yang sama dalam belajar
b.      Guru mampu membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar, khususnya belajar Bahasa Inggris.
3.      Bagi penulis
a.       Penulis mengetahui pentingnya motivasi belajar bagi siswa.





















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.     Belajar
Belajar merupakan suatu proses yang membuat seseorang tahu apa yang tidak diketahui sebelumnya. Menurut Sukardi (1983:17), belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui latihan, yang bertujuan untuk mengadakan perubahan tingkah laku dan perbuatan.
Selanjutnya, Hamalik (2001:27) mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau  tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami.hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan. 
Beberapa Pandangan tentang Belajar
Menurut Sukardi (1983:20), ada pandangan terhadap belajar ditinjau dari berbagai teori belajar
a.       Ilmu Jiwa Daya
Belajar menurut aliran ini adalah ulangan-ulanngan yang bertujuan untuk pembentukan formil intelektualistik. Penekanan yang berlebihan terhadap pentingnya latihan-latihan dan ulangan-ulangan merupakan ciri khas dari ilmu jiwa daya. Jadi menurut aliran ini belajar adalah suatu proses yang berupa latihan- latihan dan ulangan-ulangan.

b.      Belajar sebagai Proses Asosiasi
Belajar merupakan asosiasi antara kesan panca indra dengan impuls untuk bertindak. Belajar adalah perbuatan yang berwujud rentetan gerakan refleks yang dapat menimbulkan refleks-refleks buatan lainnya. Implikasi dari teori ini adalah untuk menjadikan manusia terdidik, berilah perangsang sebanyak-banyaknya sehingga manusia dapat mengadakan hubungan dengan perangsang-perangsang itu, untuk kemudian mereaksinya dengan tepat.

c.       Belajar sebagai Proses Reinforcement
Reinforcement artinya sesuatu yang diperkuat atau dipergunakan atau yang selalu diingat kembali. Aliran ini memusatkan perhatian pada akibat belajar atau efek orang yang sedang belajar. Menurut aliran ini, perubahan tingkah laku dapat dilakukan dengan jalan merubah reinforcement.

d.      Belajar sebagai Proses Persepsi
Proses dimana seseorang menjadi sadar akak segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera - indera yang dimiikinya adalah persepsi yang telah dimiliki seseorang. Teori ini mengatakan bahwa belajar adalah perubahan dari strukur dunianya. Belajar adalah perubahan dari struktur kognitif ( mengenal, mengetahui ).

e.       Belajar sebagai Proses Insight
Prinsip- prinsip belajar menurut teori ini adalah:
1). Belajar itu berhasil apabila memiliki kematangan untuk memperoleh insight, dan belajar itu harus ada tujuan.
2). Dalam proses belajar, manusia sebagai organisme yang aktif akan bereaksi secara keseluruhan pribadinya, dan selalu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3). Belajar itu makin lama makin luas differensiasinya.

Jadi belajar sebagai proses insight adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang mellihat pengertian tentang sangkut paut dan hubugan tertentu dalam unsur yang mengadung problem.

B.     Motivasi Belajar
1.      Motivasi
Motivasi merupakan suatu keinginan untuk melakukan sesuatu. Asmani (2009:131) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif ( perasaan ) dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Selanjutnya, Ahmadi (2005:109) mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya motivasi pada diri individu, maka dia mampu untuk melakukan sesuatu.
Menurut Purwanto (2007: 35) motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak sesuatu. Motivasi juga bisa diartikan sebagai suatu pernyataan yang kompleks  di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan.
Kemudian, Hamalik (2001:158) mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi itu adalah suatu dorongan pada diri individu untuk melakukan sesuatu.

2.      Motivasi belajar.
Motivasi belajar adalah kondisi psikologis yanng mendorong seseorang untuk belajar.
Dalam belajar, pasang surut merupakan hukum alam. Terkadang naik, dan kadang turun. Untuk naik seseorang membutuhkan motivasi yang kuat. Disaat seseorang turun, biasanya akan timbul rasa malas, dan akhirnya kehilangan motivasi.
Menurut Djamarah (2008: 35), motivasi belajar sangat penting bagi seseorang untuk menggugah semangat yang kadang turun. Selanjutnya, Asmani (2009: 131) mengatakan bahwa dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan. Seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar dengan baik. Dia menganggap belajar itu bukanlah kebutuhannya. Tanpa disadarinya belajar sangatlah penting baginya.

3.      Fungsi motivasi
Ada beberapa fungsi motivasi dalam belajar (Asmani, 2009: 132):
a.       Pendorong perbuatan
Pada mulanya, anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari, muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang akan dicari itu dalam rangka untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalm rangka mencari tahu. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini memepengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam belajar.
b.      Penggerak perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik ini merupakan suatu kegiatan yang tidak terbendung, yang kemudian menjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Disini, anak didik sudah melakukan aktifitas belajar dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacan, prinsip, dalil dan hukum, sehingga mengerti betul apa yang dikandungnya.
c.       Pengarah perbuatan
Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan diabaikan. Anak didik yang ingin mendapatkan sesuatu dari suatu mata pelajaran tertentu, tidak munggkin dipaksakan untuk mempelajari mata pelajaran yang lain. Pasti, anak didik akan mempelajari mata pelajaran, dimana tersimpan sesuatu yang dicari itu. Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itu sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada anak didik dalam belajar. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.

4.      Perbedaan Motivasi Belajar pada Tiap Individu.
Menurut Asmani (2009:134), ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan motivasi belajar pada diri masing-masing individu:
a.       Perbedaan fisiologis ( physiological needs ), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
b.      Perbedaan rasa aman ( safety needs ), baik secara mental, fisik, ataupun intelektual.
c.       Perbedaan kasih sayanng atau afeksi ( Love needs ) yang diterimanya.
d.      Perbedaan harga diri ( self esteem needs ), contohnya prestise memilliki mobil mewah, jabatan, dan lain-lain.
e.       Perbedaan aktualisasi diri ( self actualization ), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya, sehingga berubah menjadi kemampuan nyata

5.      Stimulus Motivasi Belajar
Motivasi merupakan dorongan yang ada di dalam individu, tetapi munculnya motivasi yang kuat atau lemah dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor tertentu.  Asmani (2009:135), mengatakan bahwa terdapat dua fator yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar:
a.       Motivasi belajar berasal dari faktor internal
Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
b.      Motivasi belajar dari faktor eksternal.
Motivasi ini dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat mempengaruhi psikologis orang yang bersangkutan










BAB III
PERMASALAHAN

A.    Permasalahan
Selama lebih kurang 3 bulan  melaksanakan Praktik Lapangan Kependidikan ( PLK ), penulis menemukan beberapa masalah dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah kurangnya motivasi siswa SMP N 2 Kec. Guguak dalam belajar Bahasa Inggris. Dalam belajar Bahasa Inggris beberapa siswa kelihatan tidak suka belajar. Ketika teman - temannya yang lain serius untuk belajar, mereka lebih memilih berbicara dengan temannya, atau malah keluar kelas. Mereka sama sekali tidak mau memperhatikan pelajaran.
Akibatnya, ketika diadakan latihan, postest atau ulangan harian, mereka rata-rata mendapatkan nilai dibawah KKM ( 70 ). Saya sebagai guru sudah mencoba untuk memberi arahan, bimbingan, namun usaha itu hanyalah sia-sia.
Jadi selama melaksanakan PL ( Praktek Lapangan ), penulis menemukan masalah yaitunya “ Kurangnya Motivasi Siswa Kelas VII SMP N 2 Kec. Guguak Tahun Pelajaran 2011-2012 dalam Belajar Bahasa Inggris”.

1. Faktor- Faktor yang Menyebabkan Kurangnya Motivasi Belajar Siswa
a.       Anggapan bahwa Bahasa Inggris  Sulit
Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di dalam pendidikan. Setiap institusi pendidikan memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada siswanya. Mulai dari SD sampai ke perguruan tinggi. Bahkan belakangan ini, pendidikan bahasa Inggris sudah dimulai dari Taman Kanak-Kanak ( TK ).
Belajar bahasa inggris merupakan suatu keharusan bagi siswa SMP. Namun faktanya, masih ada beberapa siswa yang sama sekali tidak mau belajar bahasa Inggris dengan serius. Ketika saya bertanya kepada beberapa orang siswa saya yang tidak mau serius belajar bahasa Inggris, mengapa mereka tidak mau berkonsentrasi dalam belajar bahasa Inggris. Rata - rata jawabannya sama, mereka mengatakan kalau Bahasa Inggris itu sulit. Itulah yang ada dibenak mereka, hal itu membuat mereka tidak tertarik utuk belajar, sama sekali tidak memiliki motivasi untuk belajar Bahasa Inggris. Memang mempelajari bahasa orang lain yang tidak pernah digunakan sebelumnya itu tidak mudah. Namun apabila dilakukan dengan kesungguhan hati pasti akan ditemukan kemudahannya.

b. Masa Pubertas
Pada masa pra-pubertas, anak telah menduduki bangku SMP. Usianya antara 12 - 15 tahun. Pada masa ini anak mulai meninggalkan dunia kanak - kanaknya. Masa pra-pubertas ditadai dengan adanya perubahan fisik pada mereka. Tanda awalnya adalah haid bagi wanita, dan mimpi basah bagi laki - laki. Tanda yang lainnya, pada wanita dada dan pinggul membesar, muka bulat berisi, dan suara merdu. Pada anak laki - laki, tumbuh kumis, dan janggut, suara makin besar dan berat.
Menurut Boneh (2000:6), dalam diri remaja sering muncul konflik. Dalam dirinya ada gejolak untuk melepaskan diri dari kebijakan, kekuasaan dan perintah orang tua, keluarga, dan orang dewasa lainnya. Ia tidak ingin dianggap masih anak - anak. Sementara itu, tentu saja dalm memenuhi berbagai kebutuhannya, ia belum bisa melepsaskan ketergantungannya kepada orang tua.
Perilaku khas remaja menurut Boneh (2000:7)
1). Suka menentang
Ada anggapan dalam diri remaja bahwa lingkungan membatasi keinginan dan kebebasannya. Karena itu ia merasa perlu menentang. Penentangan itu diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang dalam pandangan sebagian orang dewasa kurang normatif dan mengganggu kemapanan.
Memang selama penulis melaksanakan PL, penulis mellihat beberapa anak didik yang suka menentang. Terkadang prilakunya sangat menjengkelkan, mereka suka mengganggu temannya yang sedang belajar.
2). Resah dan gelisah
Banyak hal yang diinginkan seorang remaja. Ia ingin mencari pergaulan yang lebih luas. Ingin pergi bersama teman - teman ke berbagai tempat yang menyenangkan. Ia juga ingin memiliki sesuatu yang dipandang lebih hebat seperti tas yang mahal. Tentu saja tidak semua didapatkannya. Hal ini sering kali menyebabkan mereka resah dan gelisah.
3). Lemahnya kendali diri
Suatu ketika seorang remaja menganggap segala sesuatunya begitu mudah. Tidak ada masalah. Ia bisa tampak tenang dan penuh percaya diri dan sedikit cuek menghadapi masalah. Tapi seketika pula rasa percaya dirinya bisa anjlok. Ia menjadi pesimis lantas mencela dan mencemooh orang lain, membesar - besarkan suatu kejadian, bahkan mencaci - maki dan berkelahi.
4). Gelombang keakuan
Pada satu waktu si remaja menjadi sangat egois, kurang solider, dan hanya tahu kepentingan dirinya saja. Namun dalam waktu singkat ia menjadi suka menolong, membantu orang lain, bahkan berjuang untuk kepentingan orang lain.
5). Bersemangat dan patah hati
Kadang - kadang ia suka bekerja keras, dirinya penuh semangat dan ingin melakukan banyak hal. Tapi seketika si anak remaja berubah pemalas, tidak mau sesuatu apapun, ia mengurung diri dan tidak mau bergaul, tidur hingga siang.
6). Tertawa -  menangis
Emosi senang dan sedihnya sepeti tak berpematang. Seorang remaja tertawa ceria dan kegirangan karena memperoleh sesuatu yang diidamkannya. Tapi mendadak ia bisa bermuram durja, menangis tersedu - sedu, karena suatu hal yang mungkin sepele oleh orang lain.

c.       Konflik dalam rumah tangga
Salah satu contoh konflik rumah tangga adalah perceraian. Perceraian melukai perasaan anak-anak, dan anak-anak terluka itu akan menyerang balik, kadang terhadap diri mereka sendiri. Kehilangan, penolakan, keadaan ditinggalkan, kesepian, rasa takut, rasa bersalah, stres, dan amarah akan menerpanya dengan hebat.
Severe (2000:243), mengatakan banyak anak sekolah yang mengalami ganguan belajar setelah orang tuanya bercerai. Anak-anak secara kejiwaan terikat dengan orang tuanya. Bila terjadi perceraian, maka akan merusak kemampuan seorang anak untuk berkonsentrasi di sekolah.
Selanjutnya, Boneh (2000: 11) mengatakan bahwa bimbingan dalam keluarga adalah yang utama. Orang tua yang kurang harmonis seringkali mengabaikan anak - anaknya, padahal orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar siswa.
Ada beberapa siswa saya yang memang orang tuanya bercerai. Faktanya memang mereka memiliki masalah dalam belajar. Mereka sama sekali tidak mau belajar, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang saya ajarkan. Dari informasi yang saya dapatkan, sebelumnya mereka merupakan anak yang rajin, mungkin inilah dampak dari perceraian orang tuanya sehingga dia merasa tidak diperhatikan lagi.

B.     Solusi
Motivasi sangat penting bagi setiap idividu untuk melakukan sesuatu. Begitupun bagi seorang peserta didik atau siswa, motivasi sangatlah penting bagi mereka dalam belajar untuk mencapai hasil belajar yang baik.
Menurut Purwanto (2007: 14 ), ada beberapa cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa:
1.      Membangkitkan self competition
Kita dapat mengatur dan menyediakan situasi - situasi baik dalam lingkungan keluarga ataupun sekolah yang memungkinkan timbulnya persaingan atau kompetisi yang sehat antar anak didik. Membangkitkan self competition dengan jalan menimbulkan perasaan puas terhadap hasil-hasil dan prestasi yang telah mereka capai, walaupun hasilnya hanya kecil atau sedikit.
2.      Kemukakan cita-cita
Membiasakan anak didik mendiskusikan cita - cita mereka masing-masing dapat pula memperkuat motivasi yang baik pada diri mereka.
3.      Berikan contoh yang kongkret dalam kehidupan
Tunjukan kepada mereka dengan contoh - contoh yang kongkret sehari - hari dalam masyarakat bahwa dapat tercapai atau tidaknya suatu tujuan sangat tergantung pada motivasi apayang mendorongnya untuk mencapai maksud atau tujuan tersebut.

Tips – tips meningkatkan motivasi belajar( Asmani, 2009: 136):
1.      Bergaullah dengan orang yang senang belajar.
Bergaul dengan orang - orang yang senang belajar dan berprestasi akan membuat kita pun gemar belajar. Kebiasaan aatau semangat mereka akan menular kepada kita.
2.      Belajar apapun
Anda bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, belajar berwirausaha, dan lainnya.
3.      Belajar dari internet
Anda bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang - orang yang senang belajar.



Selanjutnya, Sukardi (1983:96) mengatakan bahwa ada beberapa cara agar siswa tidak kehilangan motivasi dalam belajar bahasa:
1.      Belajar secara sistematis dan cukup menediakan waktu.
2.      Banyak latihan - latihan mengarang dan bicara mencapai tingkat penguasaan bahasa secara aktif.
3.      Banyak membaca buku - buku dalam bahasa yang dipelajari.
4.      Latihan mengeluarkan buah pikiran dalam bentuk mengarang, karangan atau bentuk pidato yang sederhana dalam bahasa yang sedang dipelajari.

Menurut Hamalik (2001:166), guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswa, antara lain:
1.      Memberi angka
Murid yang mendapat angka baik dari gurunya akan mendorong motivasi belajarnya menjadi  lebih besar, sebaliknya murid yang mendapat angka kurang, mungkin menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong agar belajar lebih baik
2.      Pujian
Memberikan pujian kepada murid-murid atas hal-hal yang telah dilakukan merupakan manfaat yang besar sebagai pendorong belajar. Dalam mengajar bahasa Inggris bisa digunakan : good, very good, excelent, good job, dan lain- lain.
3.      Hadiah
Cara ini dapat dilakukan oleh guru pada batas-batas tertentu, misalnya siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan bahasa Inggris diberi coklat atau permen. Walaupun hadiahnya kecil, tetapi sangat berarti bagi siswa dan menimbulkan motivasi untuk belajar.
4.      Kerja kelompok
Di dalam kerja kelompok dilakukan kerja sama dalam belajar. Biasanya mereka berlomba - lomba untuk menjadi kelompok yang terbaik sehingga mendorong mereka untuk belajar.
5.      Persaingan
Persaingan secara kelompok ataupun individual akan memberikan motivasi tersendiri bagi mereka.


6.      Tujuan dan level of aspiration
Adanya dorongan yang baik dari keluarga dapat menimbulkan motivasi belajar yang baik bagi siswa, karene keluarga merupakan tempat sosialisasinya yang pertama dan memiliki peranan penting dalam hidupnya.
7.      Sarkasme
Sarkasme dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa yang mendapat hasil belajar yang kurang. Disatu sisi memang hal ini dapat memberikan motivasi bagi siswa, namun di sisi lain justru mereka merasa dihina atau direndahkan.
8.      Penilaian
Penilaan secara terus menerus akan menimbulkan motivasi bagi siswa untuk belajar. Di lapangan memang penulis menemukan bahwa nilai sangatlah penting bagi siswa. Mereka akan sangat bangga kalau latihan yang telah dibuatnya itu diberi nilai.
9.      Karyawisata dan ekskursi
Suasana bebas dan lepas dari keterikatan ruangan kelas besar manfaatnya untuk menghilangkan ketegangan yang ada sehingga kegiatan dapat dilakukan lebih menyenangkan.
10.  Film pendidikan
Kebanyakan siswa suka menonton film. Gambaran dan cerita film lebih menarik perhatian dan minat siswa belajar. Para siswa dapat pengalaman baru yang merupakan suatu unit cerita yang bermakna.
Dalam belajar Bahasa Inggris guru bisa memberikan sebuah film pendek yang sesuai dengan materi yang diajarkan, misalnya saja video pendek tentang cerita Malin Kundang ( narative text ) dan lain sebagainya.

















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak sesuatu. Motivasi sangatlah penting untuk dimiliki setiap individu, terutama dalam belajar bagi seorang siswa. Motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda - beda. Hal tersebut terjadi karena adnya beberapa perbedaan pada diri mereka antara lain: perbedaan fisiologis, rasa aman, kasih sayang yang diterima, harga diri dan aktualisasi diri.
Terkadang dalam belajar, beberapa siswa sama sekali tidak memiliki motivasi, khususnya dalam belajar Bahasa Inggris. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris yaitu: anggapan bahwa bahasa Inggris itu sulit, masa pubertas, konflik dalam rumah tangga. Untuk menanggulanginya, sudah seharusnya seorang guru memberikan masukan kepada siswanya sehingga mereka termotivasi untuk belajar.

B.     Saran
Berdasarkan penullisan diatas, penulis menyarankan agar:
1.      Siswa meningkatkan motivasinya dalam belajar.
2.      Guru menyadari perbedaan motivasi yanng ada dan lebih mendekatkan diri dengan siswa yanng memiliki motivasi kurang dalam belajar.
3.      Orang tua harus menyadari bahwa perhatian yang diberikan kepada anaknya sangat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya.





DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Asmani, Jamal Makmur. 2009. Jurus- Jurus Belajar Efektif untuk SMP dan SMA. Yogyakarta: Diva Press

Boneh, M Syafri. 2000. Peduli Siswa. Padang: Jurnal Wawasan Bimbingan dan Konseling.

Hamalik, Pemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Djamarah, Syaiful Bahri . 2008. Bimbingan dalam Belajar. Jakarta : Gramedia Utama.

Sukardi, Dewa Ketut.1983. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.

Purwanto, M Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya
Severe, Sal. 2005. Bagaimana Bersikap Pada Anak Agar Anak Bersikap Baik. Jakarta : PT Gramedia Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar